1.TOPOLOGI
Ya seperti itulah contoh Topologinya, saya memakai 2PC, 1Server, 3Router, 1Switch. Fungsi dari Switch adalah untuk menghubungkan PC dan Router. Tanpa Switch PC dan Router tidak bisa dihubungkan.
2.SETTING IP

Setting IP Address pada PC 1
- IP Address adalah IP Yang akan digunakan oleh PC tersebut (10.10.10.2)
- Subnet Mask adalah Jumlah IP yang bisa digunakan oleh si Client (255.255.255.0)
- Gateway adalah IP yang terhubung langsung dalam satu Network (10.10.10.1)
- DNS Server adalah IP si Server (40.40.40.2)
Setting IP Address pada PC 2
- IP Address adalah IP Yang akan digunakan oleh PC tersebut (10.10.10.3)
- Subnet Mask adalah Jumlah IP yang bisa digunakan oleh si Client (255.255.255.0)
- Gateway adalah IP yang terhubung langsung dalam satu Network (10.10.10.1)
- DNS Server adalah IP si Server (40.40.40.2)
Setting IP Address pada PC 2
- IP Address adalah IP Yang akan digunakan oleh PC tersebut (40.40.40.2)
- Subnet Mask adalah Jumlah IP yang bisa digunakan oleh si Client (255.255.255.0)
- Gateway adalah IP yang terhubung langsung dalam satu Network (40.40.40.1)
- DNS Server adalah IP si Server berhubung ini adalah Server jadi DNS server tidak perlu diisi
Router 1
Setting IP Address di setiap Router, dan setting IP di Interface yang digunakan
- kotak Hijau untuk Interface Fa0/1
- kotak Merah untuk Interface Fa0/0
Pada saat memberi IP Address konfigurasi yang dilakukan adalah seperti ini
- (Interface yang ingin di setting IP)
- ip addr (IP si Router ) (Subnet Mask)
- no shutdown yang fungsinya untuk menyalakan interface port tersebut
Router 2
Setting IP Address di setiap Router, dan setting IP di Interface yang digunakan
- kotak Merah untuk Interface Fa0/1
- kotak Ungu untuk Interface Fa0/0
Pada saat memberi IP Address konfigurasi yang dilakukan adalah seperti ini
- (Interface yang ingin di setting IP)
- ip addr (IP si Router ) (Subnet Mask)
- no shutdown yang fungsinya untuk menyalakan interface port tersebut
Router 3
Setting IP Address di setiap Router, dan setting IP di Interface yang digunakan
- kotak Merah untuk Interface Fa0/1
- kotak Ungu untuk Interface Fa0/0
Pada saat memberi IP Address konfigurasi yang dilakukan adalah seperti ini
- (Interface yang ingin di setting IP)
- ip addr (IP si Router ) (Subnet Mask)
- no shutdown yang fungsinya untuk menyalakan interface port tersebut
3.IP ROUTE DAN KONFIGURASI STATIC NAT
Konfigurasi Static Nat :
- Kotak Merah adalah IP PC yang akan dijadikan IP Local
- Kotak Ungu adalah IP Public
Konfigurasi Static Nat :
- Kotak Merah adalah IP Server yang akan dijadikan IP Local
- Kotak Ungu adalah IP Public
4.TES PING
Tes Ping dari Server ke IP Local dan hasilnya akan Unreachable karena IPnya sudah diganti di Router Satu tadi pada saat konfigurasi Static Nat tadi
Tes Ping dari Server ke IP publik dan hasilnya akan Reply.
5.VERTIFIKASI
Lihat Statistik NAT nya dengan perintah "ip nat statistic", di Total Translation hanya Static yang mengeluarkan angka karena tadi kita hanya melakukan konfigurasi static natnya saja.
Ketik perintah "sh ip route" untuk melihat Default Routenya
Lihat IP Global dan Localnya dengan perintah "sh ip nat translation" kemudian akan muncul IP Global dan Localnya.
Ya Seperti itulah cara Konfigurasi Static NAT semoga materi yang diberikan dapat bermanfaat Sekian dan
TERIMAKASIH ^_^













Tidak ada komentar